Tips Memilih Minyak Goreng Sehat

Tips Memilih Minyak Goreng Sehat

  26 Jun 2020

Sebagian besar orang lebih suka mengonsumsi makanan yang dimasak melalui penggorengan daripada direbus atau dikukus. Sebab, citasa rasanya jauh lebih renyah, apalagi ditambah bumbu-bumbu yang kriuk. Banyaknya pilihan minyak goreng yang tersedia dipasaran, tak jarang membuat orang kebingungan hendak pilih yang mana. Maka dari itu, kami sampaikan tips memilih minyak goreng yang baik bagi kesehatan berikut ini untuk Anda cermati.

Perhatikan Bahan Dasar Minyak Goreng

Saat memilih, tentunya tidak hanya sekedar mempertimbangkan harga minyak goreng murah saja, melainkan kualitasnya. Dilihat dari bahan dasarnya, minyak goreng terbuat dari kelapa sawit, jagung, buah olive, canola, kacang-kacangan, dan masih banyak lagi. Kendati banyak macamnya, namun yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah minyak goreng dari bahan kelapa sawit dan jagung.

Minyak goreng kelapa sawit lebih banyak digunakan di negara tropis. Produk ini memiliki keunggulan berupa komposisi asam lemak yang seimbang, harga lebih ekonomis, dan mudah diperoleh. Tak heran jika minyak goreng kelapa sawit banyak diminati oleh berbagai kalangan.

Sementara, minyak jagung diekstrak dari biji jagung. Kandungannya kaya akan omega 3 sehingga baik untuk menjaga tekanan kolesterol supaya tetap stabil. Minyak jagung  tidak dianjurkan untuk dimasak menggunakan metode deep fried, melainkan menumis, memanggang, atau salad dressing. Anda dianjurkan memilih produk minyak goreng setelah mempertimbangkan manfaat yang diberikan oleh masing-masing bahan dasarnya.

Sesuaikan Kemasan dan Ukuran yang Dibutuhkan

Pabrik minyak goreng menyediakan beragam kemasan untuk para konsumen, seperti pouch, botol, cup, hingga jerigen. Ukurannya pun bermacam-macam, mulai dari 250ml hingga 5 liter. Saat membeli, sesuaikan pemilihan ukuran dan kemasannya dengan kebutuhan. Apabila untuk kebutuhan rumah tangga, pilih ukuran 250 ml hingga 2 liter saja. Hindari ukuran yang besar untuk pemakaian yang jarang karena jika ditimbun terlalu lama akan menyebabkan aroma menjadi tengik dan apek. Membeli minyak goreng sesuai kebutuhan supaya kesegarannya tetap terjaga.

Pilih Produk Minyak Goreng yang Tidak Mudah Beku

Minyak goreng yang tidak mudah beku berarti memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit. Untuk mengetahui mudah beku atau tidaknya minyak goreng, bisa dilakukan tes organoleptik. Caranya dengan mengecap sesendok minyak goreng. Apabila rasanya seperti air, berarti minyak goreng tersebut baik dan tidak mudah beku. Jenis minyak ini aman digunakan karena meminimalisir peningkatan kolesterol jahat dalam tubuh.

Cek Warna dan Aroma Minyak Goreng

Warna dan aroma adalah indikator penting untuk mengetahui baik buruknya minyak goreng. Dilihat dari segi warna, minyak goreng yang baik berwarna keemasan yang jernih. Jika mendapati minyak goreng berwarna keruh dan menggumpal, sebaiknya gunakan minyak yang lain. Sedangkan dari segi aroma, hindari minyak goreng yang beraroma tengik karena dipastikan produk tersebut sudah rusak dan tidak layak. Minyak goreng yang beraroma berarti telah mengalami oksidasi dan menimbulkan risiko kanker, kolesterol, dan lainnya.

Minyak Goreng Biasa atau Minyak Goreng Padat (Frying Fat)

Ada lagi nih pertimbangan memilih minyak goreng lain dilihat dari bentuknya yaitu minyak goreng cair dan minyak goreng padat.  Tidak hanya beda dari segi tampilan, keduanya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap masakan. Hasil gorengan minyak goreng padat lebih renyah dan tidak mudah melempem. Bau minyaknya pun tidak apek meski digunakan berulang kali. Frying fat cocok untuk menggoreng dengan teknik deep frying, seperti memasak donat, french fries, churos, dan ayam tepung.

Terakhir, cermati label komposisi pada kemasan minyak goreng untuk memastikan kandungan lemak dan vitaminnya. Jika sudah memutuskan, bisa cek harga murah minyak goreng hanya di JD ID ya!